Arumaniez's Blog

Just wanna share some informations.. :)

Human Papilloma Virus (HPV) penyebab Kanker Serviks

Kanker Serviks merupakan penyebab kematian akibat kanker yang terbesar setelah kanker payudara pada wanita di dunia (terutama negara-negara berkembang). Penyakit ini terjadi akibat adanya infeksi dari virus yang biasa disebut Human Papilloma Virus (HPV).

HPV merupakan virus DNA yang berukuran 8000 pasang basa, berbentuk ikosahedral dengan ukuran 55 nm, memiliki 72 kapsomer dan 2 protein kapsid. Virus ini menyebabkan beberapa penyakit pada manusia dengan rentang mulai dari tingkat displasia kondiloma genital hingga yang paling fatal adalah kanker infasif. Beberapa jenis kutil pada manusia, termasuk kutil kulit, kulit plantar, kondilomagenital, dan papilloma ring diketahui terkait dengan infeksi HPV. Telah terbukti bahwa infeksi HPV berhubungan dengan penyakit pra malignan dan malignan (malignan = tumor ganas/kanker) pada daerah sekitar vagina (vulva), leher rahim (serviks), penis, dan anus.

HPV dapat menyebabkan kanker serviks karena dapat membuat pertumbuhan sel menjadi tidak normal (dengan cara virus masuk ke dalam inti sel di serviks dan mengubah bentuk sel sehingga menjadi mudah rapuh dan pertumbuhannya menjadi tidak beraturan). Terdapat 18 tipe HPV yang menyebabkan kanker serviks antara lain 16, 18, 45, 31, 33, 52, 35, dan 58. Dimana tipe 16 dan 18 menyebabkan paling sedikit 70% dari keseluruhan kanker serviks yang terjadi di dunia.

Mekanisme infeksi virus diawali dengan protein menempel pada dinding sel dan mengekstraksi semua protein sel kemudian protein sel itu ditandai (berupa garis-garis) berdasarkan polaritasnya. Jika polaritasnya sama dengan polaritas virus, maka dapat dikatakan bahwa sel yang bersangkutan terinfeksi virus. Setelah itu, virus menginfeksi materi genetiknya ke dalam sel yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi gen jika materi genetik virus ini bertemu dengan materi genetik sel. Setelah terjadi mutasi, DNA virus akan bertambah banyak seiring pertambahan jumlah DNA sel yang sedang bereplikasi. Ini menyebabkan displasia (pertumbuhan sel yang tidak normal) jadi bertambah banyak dan tak terkendali sehingga menyebabkan kanker.

Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35-55 tahun. 90% kanker serviks berasal dari sel skuamosa yang melapisi serviks dan 10% sisanya berasal dari sel kelenjar penghasil lendir pada saluran servikal yang menuju ke dalam rahim.  Serviks normal bentuknya lurus, sedangkan serviks yang terinfeksi bentuknya membesar, keluar karena berkutil. Inilah yang menyebabkan rasa sakit pada penderita kanker serviks saat melakukan hubungan seksual.

Gejala awal kondisi pra-kanker umumnya ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal serviks yang dapat ditemukan melalui tes Pap Smear. Seringkali kanker serviks tidak menimbbulkan gejala, namun bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala sebagai berikut:

1. Pendarahan vagina yang tidak normal seperti: Pendarahan diantara periode menstruasi yang regular; Pendarahan di luar waktu haid; Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya; Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul; Pendarahan sesudah menopause; Kelainan pada vagina (keluarnya cairan kekuningan dan berbau), dll.

2. Rasa sakit saat berhubungan seksual.

3. Rasa sakit atau nyeri pada pinggul dan kaki

Terdapat beberapa metod untuk mendeteksi kanker rahim atau infeksi HPV, seperti

1. Pap Smear

Pap Smear adalah suatu pemeriksaan sitologi secara konvensional dimana dilakukan untuk mengamati sel-sel rahim dengan mengambil sampel melalui vagina dengan alat khusus yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

-

-

2. Kolposkopi

Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahim menggunakan suatu alat yang disebut kolposkop, yaitu suatu alat semacam mikroskop binokular yang memperguakan sinar yang kuat dengan perebesaran yang tinggi. , dimana cara pemeriksaannya sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan ke dalam vagina dan memberi warna saluran leher rahim dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahim yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai. kemudian dokter akan melihat ke dalam saluran leher rahim melalui kolposkop.

Jika area abnormal telah diketahui, maka dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) yang kemudian akan dikirim ke lab, guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat.

kiri: metode kolposkopi

kanan: penampakan displasia serviks menggunakan kolposkopi

3. PCR (Polymerase Chain Reaction)


Pemeriksaan menggunakan PCR merupakan pemeriksaan lanjutan setelah dilakukannya pemeriksaan awal (seperti pap smear atau kolposkopi) dengan menggunakan sampel cairan atau apusan serviks dari pemeriksaan awal. Teknologi ini menggunakan teknologi replikasi DNA organisme secara enzimatik tanpa menggunakan organisme hidup. Karena sifatnya yang mampu mereplikasi DNA, maka DNA dari suatu organisme mampu terdeteksi walaupun keberadaannya sangat sedikit di dalam tubuh – dalam hal ini keberadaan HPV di serviks. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui tipe HPV apa yang menginfeksi serviks. Pada umumnya,  infeksi HPV penyebab kanker serviks awalnya tidak memberikan tanda-tanda apapun pada serviks yang diinfeksinya. Jika, pada saat dilakukan pemeriksaan awal, serviks tidak menandakan adanya gejala, namun pasien ingin memastikan kesehatan serviksnya lebih lanjut, maka dapat dilakukan pemeriksaan menggunakan PCR. Karena infeksi awal oleh HPV belum tentu menunjukkan gejala yang mampu dilihat oleh pemeriksaan awal.

4. Hybrid Capture ® 2


Teknologi Hybrid Capture II System atau HC II merupakan teknologi terbaru dibidang molekuler yang mampu mendeteksi kemungkinan seseorang mengalami kanker rahim. Teknologi ini menggunakan teknologi hibridisasi asam nukleat dengan amplifikasi sinyal yang menggunakan pendeteksian microplate chemiluminescent, sehingga dapat mendeteksi semua tipe HPV risiko tinggi yang diduga terinfeksi HPV dalam tubuhnya. Teknik ini juga biasanya dilakukan setelah pemeriksaan menggunakan pap smear. Sampel cairan atau apusan dari serviks akan digunakan dalam teknik ini.

Disarankan atau diharuskan, kepada wanita yang telah menikah (atau telah pernah melakukan aktivitas seksual) untuk memeriksakan kesehatan mulut rahim (serviks) nya ke dokter kandungan setiap tahun. Dan hindari pemicu-pemicu yang mampu menyebabkan kanker serviks..seperti merokok dan minum minuman beralkohol. Ayo hidup sehat!!! :)

February 21, 2010 - Posted by | Biology, Health, and Desease

7 Comments »

  1. THANKS INFONYA

    Comment by ayu | April 15, 2010 | Reply

  2. ur welcome.. :)

    Comment by arumaniez21 | April 20, 2010 | Reply

  3. wah lagi search google, dapet blog ini hihihi :P

    Comment by vheanzela | May 2, 2010 | Reply

    • hahaha.. jadi malu.. smangat TA.y vhe.. :D

      Comment by arumaniez21 | May 8, 2010 | Reply

  4. wah bagus tuh postingnya….
    makasih,saya jadi tau tentang kanker servic

    Comment by cahaya | May 3, 2010 | Reply

    • sama2..semoga bermanfaat.. :)

      Comment by arumaniez21 | May 8, 2010 | Reply

  5. wow ngeri juga,
    jadi takut kalau lihatnya

    Comment by Obat Kanker | October 7, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: